Komunikasi Tertulis Dalam Pendidikan Orang Dewasa ; Tugas 4

Poster adalah salah satu jenis media massa tertulis yang perlu diketahui dalam pendidikan orang dewasa. Orang biasa nya hanya memandang sekilas poster yang di pasang di jalan, jika poster itu kurang menarik baginya, dan biasanya bisa jadi lebih lama lagi waktunya bila mereka merasa tertarik dan ingin mengetahui infonya lebih lanjut.
Jadi, bagaimana agar poster itu bisa dipandang oleh orang banyak dengan waktu yang lebih lama serta memacu minat mereka untuk mengidentifikasikannya?

Poster itu merupakan lembar kertas atau karton dengan ilustrasi dan menggunakan sedikit kata-kata, Jadi poster harus di desain semenarik mungkin agar dapat menstimulasi orang yang akan melihat nya. Berikut ini adalah beberapa saran untuk dapat mendesain poster agar lebih menarik dan efektif (Behrens & Evans, 1984) :


1. Tentukan secara pasti siapa sasaran nya, Apa yang akan disampaikan melalui poster dan tentukan tindakan sasaran apa yang kita inginkan.
2. Tempatkan pada lembar kertas kata-kata atau sket gambar yang mengekspresikan pesan secara sederhana dan jelas.
3. Usahakan menulis pesan ke dalam slogan yang sedikit kata-katanya, Cermat dan mengena. Visualisasikan ide utama yang terpenting kedalam pesan, kata-kata dan gambar harus bisa terlihat dengan pandangan sekilas sehingga dapat menstimulasi respon orang yang melihatnya.
4. Gambarkan secara kasar dengan ukuran kecil, 1/3 atau 1/4 ukuran yang sebenarnya.
5. Gunakan huruf balok dan warna untuk menarik perhatian dengan memberikan kontras warna, sisakan ruang kosong yang cukup, jangan terlalu banyak huruf, kata-kata dan gambar.
Sehingga, poster sebaiknya bersifat melengkapi bukan menggantikan metode komunikasi lain.


Daftar Pustaka
Suprijanto. 2005. Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara



Alat Bantu Audiovisual Pendidikan Orang Dewasa ; tugas 3

Bagaimana cara kita merubah persepsi orang tua tentang penggunaan alat bantu audiovisual dalam pengajaran sehari-hari terhadap pendidikan orang dewasa,yang mana kita ketahuai bahwa mereka telah terbiasa belajar cukup dengan menggunakan media cetak saja?

Sebelumnya kita harus mengenalkan terlebih dahulu apa itu alat bantu audiovisual, yang mana telah dibahas dalam buku ini adalah, posisi alat bantu audiovisual dalam pengajaran, prinsip penggunaan alat bantu audiovisual, film, slide, filmstrip, tape recorder, televisi, video tape, overhead projector, LCD projection panel, papan tulis, chart, peta, papan planel, pameran,dan benda.

Posisi alat bantu audiovisual dalam pengajaran adalah sebagai alat bantu dalam menjelaskan pelajaran atau konsep yang sulit dimengerti tanpa ilustrasi visual. Ada beberapa kesalahan persepsi Orang Tua dalam penggunaan alat bantu audiovisual. Oleh karena itu , untuk meluruskan kesalahan persepsi tersebut perlu diperhatikan hal-hal berikut :
1. Alat bantu audiovisual bukan suatu bentuk pendidikan tersendiri.
2.Alat bantu audiovisual bukan hanya gambar hidup saja.
3.Tujuan utama alat bantu audiovisual, sejauh dikaitkan dengan pendidikan, bukan untuk hiburan.
4. Alat bantu audiovisual bukan sesuatu yang baru.
5.Alat bantu audiovisual bukan suatu obat mujarab untuk seluruh hambatan dalam pelajaran.

Jadi ada beberapa manfaat alat bantu audiovisual yang juga akan diperoleh dalam pendidikan orang dewasa, antara lain :
1. Membantu memberikan konsep pertama atau kesan yang benar.
2. Mendorong minat.
3. Meningkaktkan pengertian yang lebih baik.
4. Melengkapi sumber belajar yang lain.
5. Menambah variasi metode mengajar.
6. Meningkatkan atau memacu keingintahuan intelektual.
7. Cenderung mengurangi pengulangan kata yang tidak perlu.
8. Membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama.
9. Dapat memberikan konsep baru dari sesuatu diluar pengalaman biasa.


Daftar Pustaka
Suprijanto. 2005. Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Perencanaan Pendidikan Orang Dewasa : Tugas 2

Dalam Pendidikan Orang Dewasa, di samping rancangan pendidikan, perlu juga dibahas rancangan pengajaran. Rancangan pengajaran berdasarkan pendekatan sistem menurut Dick & Carey ( 1985 ) dan Hannum Briggs (1984) dan Munandir ( 1987 ) mempunyai 10 prosedur.
Bagaimana jika salah satu susunan prosedur di dalam rancangan pengajaran tidak terpenuhi, apakah proses pengajaran orang dewasa dapat berjalan dengan lancar ?


Rancangan pengajaran berdasarkan pendekatan sistem menurut Dick & Carey ( 1985 ) dan Hannum Briggs (1984) dan Munandir ( 1987 ) mempunyai 10 prosedur, yaitu :

1. Identifikasi Tujuan Umum Pengajaran
2. Melakukan Analisis Pengajaran
3. Identifikasi Tingkah Laku Dasar dan Ciri- Ciri Pesrta Didik
4. Merumuskan Tujuan Performansi
5. Mengembangkan Butir- Butir Tes Acuan Patokan
6. Mengembangkan Strategi Pengajaran
7. Mengembangkan dan Memilih Materi Pengajaran
8. Merancang dan Melakukan Evaluasi Formatif
9. Merevisi Materi Pengajaran
10. Merancang dan Melakukan Evaluasi Sumatif

Jika salah satu susunan di atas tidak terpenuhi, maka dikhawatirkan proses pengajaran orang dewasa tidak dapat berjalan dengan lancar serta pemenuhan kebutuhan para peserta didik tidak terpenuhi dengan baik, sebab dari itu dalam pendidikan orang dewasa perlu juga dibahas dan di buat rancangan pengajaran seperti yang sudah di uraikan di atas.

Saya contohkan saja seperti ini, jika seandainya susunan dari Identifikasi tujuan umum pengajaran tidak di ikuti dalam susunan prosedur rancangan pengajaran, peserta didik tidak akan mengetahui tentang pertimbangannya mengapa tujuan ini penting bagi peserta didik. Walaupun masih bisa terlaksana, akan sulit dilakukan jika terjadi kendala, dan proses pengajaran akan berjalan tidak lancar . Misalnya, masalah dalam kriteria yang terdapat untuk merumuskan tujuan umum pengajaran . Karena seperti yang saya baca dari buku, Menurut Dick & Carey
( 1989 ) ada terdapat beberapa kriteria untuk merumuskan tujuan umum pengajaran adalah sebagai berikut :

a. Pernyataan umum dan jelas tentang hasil belajar.
b. Penjelasan tentang hal yang akan dicapai peserta didik.
c. Secara jelas berhubungan dengan kebutuhan yang telah ditetapkan.
d. Dapat dicapai dengan baik, jika menggunakan pengajaran daripada dengan alat lain.

Memang sebaiknya susunan prosedur dalam rancangan pengajaran pendidikan orang dewasa ini terpenuhi seluruhnya agar proses pengajaran orang dewasa dapat berjalan dengan lancar.


Daftar Pustaka
Suprijanto. 2005. Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara




Prinsip Pendidikan Orang Dewasa : tugas 1

Bagaimana cara mengembangkan idealisme berpikir pada generasi muda yang sekarang ini,karena sering sekali idealisme itu bertentangan dengan kemauan hati ?

Jawab :
Sebelum kita ingin mengembangkan idealisme, kita harus mengarahkan terlebih dahulu pada pemahaman tentang idealisme. Idealisme disini adalah suatu standar kesempurnaan yang diterima oleh individu atau kelompok. Jadi, menurut saya dan dari buku bacaan POD cara mengembangkannya yaitu, generasi muda sekarang ini harus bisa berpikir lebih rasionalisme dan memakai logika, jangan sering terbawa dalam kondisi suasana hati nya yang kurang menetap tanpa di barengi oleh faktor yang lebih kuat dan bisa diterima oleh kenyataan, karena pengembangan minat yang dimiliki nya bisa diarahkan juga dengan menggunakan Prinsip utama dalam mengajarkan idealisme yaitu, bahwa peserta didik harus mengetahui idealisme melalui bacaan, diskusi, pengamatan,dan bimbingan belajar, dimana makin besar minatnya, makin besar semangatnya dan makin besar juga hasilnya.

Ada berbagai contoh idealisme yang bisa kita ketahui sebelumnya :
  • Ada idealisme berpikir, berbicara, menulis, dan mendengar.
  • Ada idealisme kesehatan, kebersihan, kerapian, kekuatan fisik, dan keindahan.
  • Ada idealisme terhadap pekerjaan, pengrajin dan pekerjaan lain.
  • Ada idealisme sifat, moral, dan kehidupan agama.



UAS

LAPORAN TUGAS PROYEK

Untuk meng-upload laporan tugas proyek klik disini


Nama Kelompok

Syarifah Nurul Aini(09-010)
Nana Mawarita(09-016)
Mifta Aulia(09-020)
Dewanty Ajeng Wiradita(09-036)
Zahra Afifa(09-048)

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI; (TUGAS KELOMPOK)

Fenomena PAUD di Indonesia

 

Usia dini amat menentukan pertumbuhan dan perkembangan manusia selanjutnya. Sebab, pada usia ini dasar-dasar kepribadian anak telah terbentuk. Pada masa itu anak-anak mengalami salah satu krisis yang disebut krisis pembentukan dasar-dasar kepribadian. Jika pada masa itu mereka mendapat pendidikan yang benar akan terbentuk dasar-dasar kepribadian yang kuat. Sebaliknya, jika mendapat pendidikan yang salah maka akan terbentuk dasar kepribadian yang tidak baik. Usia dini sangat penting untuk meletakkan dasar-dasar kepribadian, yang akan memberi warna ketika seorang anak kelak menjadi dewasa. Namun, banyak orang tua yang tak setuju dengan pendidikan usia dini ini. Mereka mengatakan bahwa anak-anak usia dini tersebut tak seharusnya diberikan pendidikan, karena mereka belum bisa mencernanya. Padahal menurut Bower (1989) dalam bukunya Rational Infant- bahwa bayi dalam tahap infancy sudah dapat berpikir logis, artinya kemampuan berpikir pada manusia sudah ada sejak tahun pertama kehidupan.itulah sebabnya para orang tua tak perlu cemas dengan PAUD ini. Selain itu psikososial anak harus dikembangkan sedini mungkin. Si anak harus diperkenalkan dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Namun, Yang terpenting dalam PAUD adalah bagaimana perilaku dan perlakuan pendidik terhadap anak-anak ini. Sebagai seorang pendidik, guru harus menjadi contoh yang baik kepada muridnya, jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak sesuai, karena anak akan cepat menirunya. Ingat, bahwa perkembangan otak anak sangat pesat di usia lima tahun pertama. Kemudian, kurikulum pendidikannya harus sesuai dengan usia anak. Karena anak usia ini sedang senangnya bermain, maka kita dapat memberikan permainan yang mengasah kognitif anak. Selain itu , pendidikan seks juga dapat diajarkan pada anak usia 0-5 tahun. Namun caranya tentu berbeda dengan anak yang usianya lebih tua. Teknik atau strageginya antara lain:

  • Membantu anak memahami perbedaan perilaku yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan di depan umum seperti anak selesai mandi harus mengenakan baju kembali di dalam kamar mandi atau di dalam kamar. Anak diberi tahu tentang hal-hal pribadi, tidak boleh disentuh, dan dilihat orang lain.
  • Mengajar anak untuk mengetahui perbedaan anatomi tubuh laki-laki dan perempuan.
  • Memberikan penjelasan tentang proses perkembangan tubuh seperti hamil dan

melahirkan dalam kalimat yang sederhana, bagaimana bayi bisa dalam kandungan ibu sesuai tingkat kognitif anak. Tidak diperkenankan berbohong kepada anak seperti “adik datang dari langit atau dibawa burung”. Penjelasan disesuaikan dengan keingintahuan atau pertanyaan anak misalnya dengan contoh yang terjadi pada binatang.

Ada lima karakteristik bermain yang esensial dalam hubungan dengan PAUD (Hughes, 1999), yaitu: meningkatkan motivasi, pilihan bebas (sendiri tanpa paksaan), non linier, menyenangkan dan pelaku terlibat secara aktif.

Pendidikan anak usia dini tidak sekedar berfungsi untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak, tetapi yang lebih penting berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan otak. Pendidikan anak usia dini sepatutnya juga mencakup seluruh proses stimulasi psikososial dan tidak terbatas

pada proses pembelajaran yang terjadi dalam lembaga pendidikan. Artinya, pendidikan anak usia dini dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja seperti halnya interaksi manusia yang terjadi di dalam keluarga, teman sebaya, dan dari hubungan kemasyarakatan yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan anak usia dini.

Fenomena PAUD di Mancanegara

 

Dari masa ke masa pendidikan selau berusaha menjadi solusi terbaik dalam memecahkan masalah manusia. Banyak kurikulum yang diganti, metode pembelajaran di perbaiki, dan sebagainya. Tak hanya di sekolah-sekolah tingkat menengah, anak-anak usia dini pun ikut dalam perkembangan ini.

Berdasarkan sebuah penelitian di Inggris, ternyata banyak yang harus diubah dalam pendidikan usia dini. Pengenalan Tahap Foundation dan undang-undang yang terkait  merupakan sebuah inovasi radikal yang mengubah pendidikan anak usia dini. Effective Provider Pre-school Education(EPPE), program penelitian ini terus memberikan kontribusi untuk mencapai perbaikan dalam praktek ini. Proyek Lingkungan EPPE diterapkan pada sebuah  Rating Scales untuk mengidentifikasi kualitas penyediaan pendidikan, dan menggunakan analisis bertingkat untuk mengisolasi variabel independen yang paling penting dalam menjelaskan variasi dalam kemajuan dan perkembangan anak-anak muda selama waktu mereka di pra-sekolah. Analisis multi-level diidentifikasi 'baik' dan 'baik' pusat, berdasarkan hasil anak terukur. Dua belas dari pusat-pusat yang dipilih untuk pertanyaan mendalam studi kasus kualitatif yang baik diperpanjang dan Triangulasi analisis kuantitatif. Tulisan ini menunjukkan bagaimana temuan kualitatif, serta beberapa data yang mereka telah ditarik dari, telah kemudian diterapkan untuk memberikan bimbingan praktis dan contoh sumber daya yang dibutuhkan dalam pengembangan dan peningkatan tahun-tahun awal praktik pendidikan.

Daftar Pustaka

 

http://mulok.library.um.ac.id/home.php?s_data=Skripsi&id=36837&mod=b&cat=4

 

http://www.ui.ac.id/download/kliping/050506/Pendidikan_Usia_Dini_Mengajar_Anak_Berpikir_Kritis%28Bagus_Takwin%29.pdf

 

http://proquest.umi.com/pqdweb?did=1461683781&sid=3&Fmt=2&clientId=63928&RQT=309&VName=PQD

http://paud-usia-dini.blogspot.com/2008/06/beyond-centre-and-circle-time.html

 

Nama Kelompok:

Syarifah Nurul Aini (09-010)
Nana Mawarita (09-016)
Mifta Aulia (09-020)
Dewanty Ajeng Wiradita (09-036)
Zahra Afifa (09-048)